
MAN 5 Aceh Besar mengelar kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru pada peringatan Hari Pendidikan Daerah (HARDIKDA) Tahun 2022, Sabtu (03/09/2022). Kegiatan PKB ini diikuti oleh para guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MAN 5 Aceh Besar.
Kakankemenag Aceh Besar Bapak H. Salman Arifin. S.Pd., M.Ag, dalam sambutanya menyampaikan banyak hal terkait dengan tupoksi guru. Selain itu beliau juga memberikan semangat kepada para guru dan tendik untuk terus meningkatkan kompetensinya melalui kegiatan seperti ini. Beliau menginginkan setiap madrasah itu memiliki keunggulan masing-masing yg ditunjukkan kepada publik.
Pada kesempatan ini juga Kepala MAN 5 Aceh Besar Bapak Dr. Fauzuddin, S.Ag., M.Pd memulai arahannya dengan mempernalkan Madrasah Aliyah Negeri 5 Aceh Besar kepada Bapak Salman selaku kakankemenag baru di Aceh Besar dan juga menjelaskan bahwa Tema tersebut dipilih mengingat tantangan pendidikan di abad 21 semakin berat. Hal ini menyangkut sikap mental dan komitmen para guru. Terutama untuk meningkatkan kualitas agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman,” Ujar Pak Fauzuddin
Untuk itu, diperlukan guru yang profesional. Guru yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
Tugas guru sebagai pendidik adalah menanamkan nilai-nilai dasar pengembangan karakter peserta didik dalam kehidupannya. Termasuk dalam pemanfaatan kemajuan teknologi informasi secara bijak serta sebagai inspirator bagi anak didiknya,” tuturnya.
Setidaknya, terdapat tiga ciri guru profesional yang harus dimiliki. Pertama, guru profesional adalah guru yang telah memenuhi kompetensi dan keahlian inti sebagai pendidik. Guru abad ke 21 harus mampu menyiapkan peserta didik yang terampil, berpikir kritis, kreatif, inovatif, komunikatif, dan mampu berkolaborasi.
Hal tersebut tentu tidak akan dapat diwujudkan jika para guru berhenti belajar dan mengembangkan diri, Kedua, seorang guru yang profesional hendaknya mampu membangun kesejawatan antar sesama guru untuk terus belajar, mengembangkan diri, dan meningkatkan kecakapan agar dapat mengikuti laju perubahan zaman.”Kata dia
Bersama teman sejawatnya pula guru terus merawat marwah dan menguatkan posisi profesinya. Jiwa korsa guru harus senantiasa dipupuk agar dapat saling membantu dan mengontrol satu sama lain,” Ketiga, seorang guru yang profesional hendaknya mampu merawat jiwa sosialnya. “Dengan segala tantangan dan hambatan, para guru Indonesia berada di garda terdepan dalam pencerdasan kehidupan bangsa,” pungkasnya.
Kegiatan ini memghadirkan Narasumber dari BDK Aceh yaitu bapak Mulyadi Idris, S.Ag. M.Hum (insteuktur Masional dari Madrasah Reform) dan ibu Ratna Zaidah, S.Ag. M.Ed selaku pengawas berprestasi di Aceh Besar..By MKL


